Senin, 30 Januari 2012

sharing ....



"mas  . . kaligrafinya mas dibeli, untuk bayar uang sekolah mas
mbk , kaligrafinya mbk dibeli , untuk bayar uang sekolah "
saat itu seorang bocah laki-laki dengan pakaian seragam olahraga sekolahnya menghampiri ku disebuah tempat makan . Ia membawa dua buah bingkisan kaligrafi yang senantiasa dijajakan kepada siapa saja yang dilihatnya .
hati saya pun langsung merasa iba melihat bocah laki-laki tersebut . Seharusnya ia hanya mempunyai tugas untuk belajar , bukan bekerja . Seorang anak berusia kira-kira 10 tahun sudah mempunyai inisiatif untuk bisa membayar uang sekolah nya . Bukannya sekolah di Indonesia sudah digratiskan ?? sudah ada dana BOS , bukan ?

anak adalah anugrah Allah yang maha kuasa , titipanNya yang harus kita jaga . Anak adalah generasi penerus bangsa, masa depan bangsa .
menurut undang-unfang no.23 tahun 2002 tentang anak " anak adalah seseorang yang berusia dibawah 18 tahun , termasuk yang didalam kandungan"
salah satu hak anak yaitu mendapatkan pendidikan , apalagi di Indonesia sudah diwajibkan Wajib Belajar 9 tahun , bahkan Wajib Belajar 12 tahun . namun pada faktany , dengan mata telanjang kita bisa lihat masi banyak anak-anak calon pemimpin negri ini yang berada di jalanan demi sesuap nasi .
"TEMPAT KAMI DI SEKOLAH , BUKAN DI JALANAN ! " mungkin kata inilah yang ingin mereka ucapkan .
ketika saatnya mereka harus bermain dan bersekolah , mereka harus "ngamen" demi mengisi kekosongan perut mereka 
siapa yang kita salahkan ? orang tua mereka ? yang membiarkan mereka mencari nafkah , padahal itu sudah kewajiban orang tua ? bagaimana jika itu semua tuntutan ekonomi


semoga undang -undang perlindungan anak bisa berjalan dengan konsekuensi nya :)